APCI DORONG INOVASI DAN KOLABORASI INDUSTRI MELALUI COTECH SERIES JAKARTA 2026

Asosiasi Produsen Cat Indonesia (APCI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri coatings nasional melalui partisipasi dalam COTECH Series – ASEAN Coatings New Technology Summit Jakarta 2026 yang diselenggarakan pada 21 April 2026 di Novotel Tangerang.

Kegiatan ini menjadi platform strategis bagi pelaku industri cat, bahan baku, serta penyedia teknologi untuk berbagi pengetahuan, memperkenalkan inovasi terbaru, serta memperkuat kolaborasi di tingkat nasional dan regional.

Sekilas Acara

COTECH Series merupakan forum industri yang menggabungkan sesi konferensi, presentasi teknis, dan networking dalam satu rangkaian acara. Agenda kegiatan mencakup pembahasan tren industri, inovasi material, teknologi produksi, hingga isu keberlanjutan yang semakin menjadi fokus utama dalam industri coatings global.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 200 profesional coatings dari berbagai negara, termasuk kawasan ASEAN, China, dan Eropa, sehingga menjadi wadah penting untuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara.

Acara dibuka melalui welcome remarks dari Hanna Liu selaku Chief Operating Officer New Exhibition Concept International Limited. Dalam sambutannya, Hanna Liu menyampaikan pentingnya kolaborasi regional dan pertukaran teknologi dalam memperkuat pertumbuhan industri coatings di Asia Tenggara di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang.

Pada sesi penutupan, Hanna Liu kembali menyampaikan closing remarks dengan menekankan bahwa sinergi antara produsen, supplier, penyedia teknologi, dan asosiasi industri akan menjadi fondasi penting dalam mendorong inovasi dan keberlanjutan industri coatings di masa depan.

Sambutan Ketua APCI: Arah Baru Industri Coatings

Dalam sambutannya, Ketua APCI, Kris Adidarma, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis sebagai pasar terbesar di ASEAN dengan pertumbuhan yang didorong oleh sektor konstruksi, otomotif, serta pembangunan infrastruktur, termasuk proyek Ibu Kota Nusantara.

Beliau juga menyoroti tantangan global seperti ketidakpastian rantai pasok, dinamika geopolitik, dan ketergantungan industri terhadap bahan baku berbasis petrokimia. Dalam konteks tersebut, kolaborasi menjadi kunci utama:

“Asia akan menjadi lebih kuat ketika kita bekerja sama, berbagi teknologi, dan saling mendukung dalam menghadapi tantangan industri.”

Kris juga menegaskan bahwa industri coatings tengah mengalami transformasi menuju teknologi yang lebih berkelanjutan, seperti water-based, bio-based, renewable, dan low-VOC coatings, yang tidak hanya penting dari sisi lingkungan tetapi juga sebagai strategi ketahanan industri di masa depan.

Sebagai bentuk komitmen, APCI juga telah menginisiasi pendirian sekolah coatings pertama di Asia Tenggara guna mendukung pengembangan sumber daya manusia yang siap menghadapi transformasi industri.

Keynote Speech: Teknologi TSA untuk Pencegahan Korosi

Salah satu sesi utama dalam kegiatan ini adalah keynote speech yang disampaikan oleh Larasanto, ST (Director, CV Cipta Agung), yang secara khusus diundang oleh APCI untuk membawakan topik:

“TSA Coating to Prevent Corrosion Under Insulation”

Dalam presentasinya, Larasanto menjelaskan bahwa korosi merupakan proses degradasi material akibat interaksi dengan lingkungan, yang pada logam terjadi melalui reaksi elektrokimia. Salah satu jenis korosi yang banyak terjadi di industri adalah Corrosion Under Insulation (CUI), yaitu korosi yang terjadi akibat air atau kelembaban yang terperangkap di antara permukaan logam dan lapisan insulasi.

CUI menjadi permasalahan umum di sektor industri seperti minyak dan gas serta pembangkit listrik, yang dapat disebabkan oleh air hujan, kebocoran, maupun kelembaban lingkungan.

Sebagai solusi, Larasanto memperkenalkan teknologi Thermal Spray Aluminium (TSA), yaitu metode pelapisan dengan cara melelehkan partikel logam dan menyemprotkannya ke permukaan substrat untuk membentuk lapisan pelindung.

Teknologi ini memiliki beberapa keunggulan utama, antara lain:

  • Ketahanan korosi yang tinggi
  • Kekuatan adhesi yang baik
  • Ketahanan terhadap suhu tinggi dan abrasi
  • Porositas rendah yang membantu mencegah penetrasi kelembaban

Dalam kesimpulannya, disampaikan bahwa lapisan dengan adhesi tinggi dan ketahanan retak yang baik sangat efektif dalam mencegah CUI, serta mampu menurunkan laju korosi secara signifikan.

Inovasi dan Teknologi Industri Coatings

Berbagai sesi teknis lainnya membahas:

  • Pengembangan resin dan emulsi untuk coating arsitektural
  • Inovasi pigmen dan aditif
  • Teknologi ramah lingkungan
  • Efisiensi proses produksi (grinding & dispersing)
  • Solusi peralatan industri modern

Isu keberlanjutan menjadi benang merah, dengan fokus pada produk yang lebih aman bagi kesehatan dan lingkungan serta efisiensi energi.

Manfaat dan Dampak Kegiatan

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh:

  • Update teknologi dan tren global
  • Insight tantangan dan peluang industri
  • Kesempatan memperluas jaringan internasional

COTECH Series juga memperkuat kolaborasi antara produsen, supplier, dan penyedia teknologi dalam mendorong kemajuan industri coatings nasional.

Akses Materi & Dokumentasi Acara

Untuk melihat kembali highlights acara serta mengakses materi yang dibagikan, silakan kunjungi:

📸 Foto Event:
Event Photo Gallery

💻 Presentation PowerPoint (PPT):
COTECH Jakarta Agenda & Presentation

📖 Summit Guide (Kontak Pembicara & Sponsor):
COTECH Summit Guide 2026

✍🏻 Feedback Survey:
Feedback Survey Form

Penutup

Partisipasi APCI dalam COTECH Series Jakarta 2026 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendorong industri cat Indonesia menuju arah yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Melalui forum ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antar pemangku kepentingan, sehingga industri coatings nasional dapat terus berkembang dan mampu menghadapi tantangan global di masa depan.

author-avatar

About Secretariat Officer APCI

Jessica Raissa Irawan memiliki latar belakang pendidikan D3 Bahasa Mandarin di Beijing serta S1 Fashion Design di Shanghai. Memiliki pengalaman profesional selama lebih dari 7 tahun sebagai GA & HRD Manager Mandarin di perusahaan asing asal Tiongkok, dengan kemampuan dalam komunikasi lintas budaya, administrasi, dan manajemen sumber daya manusia. Selain aktif di bidang profesional, Jessica juga memiliki ketertarikan dalam desain grafis dan seni ilustrasi. Hobi menggambar menjadi bagian dari kreativitas yang mendukung aktivitas desain dan komunikasi visual. Di luar pekerjaan, Jessica aktif dalam pelayanan rohani dan kegiatan komunitas Katolik sebagai bentuk kontribusi sosial dan pengembangan diri.

Back to list